Mencoba Menjadi #Berbeda a.k.a Think Different dengan Symfony

Sudah sekian lama Steve Jobs tiada, sosok yang bisa menginspirasi untuk menjadi berbeda alias Think Different.

Kali ini saya tidak akan membahas nostalgia tentang beliau. Ini hanya sedikit tulisan tentang menjadi berbeda dari sisi teknologi yang kita kuasai.

Untuk kasus web development, PHP jelas merupakan bahasa pemrograman yang merajai. Akan tetapi untuk skala yang lebih besar, menulis kode untuk sebuah sistem PHP dari 0 akan membutuhkan waktu lama. Oleh karenanya dibutuhkan teknologi bernama “web framework”.

Ada banyak web framework yang tersedia, mulai dari Laravel, CodeIgniter, Symfony, CakePHP, Zend Framework, Yii Framework dan sebagainya.

Dari dulu, yang populer dipelajari adalah CodeIgniter. Hingga kini masih banyak industri dan kampus-kampus yang mengajarkan CodeIgniter karena kesederhanaannya. Sederhana tapi performanya tinggi.

CodeIgniter…hingga muncul Laravel.

Kini Laravel menjadi web framework paling populer se-Indonesia Raya. Tren di luar negeri sana juga sama.

Menjadi Berbeda dengan Symfony

Kali ini saya ingin mempelajari sesuatu yang tidak umum. Symfony sangat terkenal, tapi barangkali tidak sepopuler Laravel di negeri ini. Tetapi di Eropa, karena asalnya dari Perancis, dia sangat populer.

Symfony canggih, bahkan Laravel yang terkenal itu juga dibuat dengan menggunakan komponen-komponen Symfony. Drupal, Content Management System yang canggih itu juga dibuat dengan komponen-komponen Symfony.

Jadi kalau belajar Symfony, kita bisa menciptakan teknologi baru yang tidak kalah kerennya. Modalnya dari komponen-komponen Symfony.

Mungkin itu, kali ini mencoba berbeda. Entah seberapa lama.

 

Advertisements

Cara Install CodeBlocks di Linux Mint 18.2

CodeBlocks merupakan salah satu IDE untuk pemrograman C++ yang paling bagus. Untuk menginstall versi terbaru CodeBlocks di Linux Mint, langkah-langkah yang dilakukan adalah :

  1. Buka terminal lalu ketikkan kode untuk menambahkan PPA berikut ini :

    sudo add-apt-repository ppa:damien-moore/codeblocks-stable

  2. Lakukan update dengan cara :

    sudo apt update

  3. Lakukan instalasi CodeBlocks dengan cara :

    sudo apt install codeblocks

  4. Selesai 🙂

Itu langkah instalasinya, jika ingin meng-uninstall CodeBlocks, ketikkan kode berikut :

sudo apt remove codeblocks && sudo apt autoremove

Cara Install NodeJS di Linux Mint 18.2

Seharusnya cara ini bisa diterapkan di hampir semua distribusi Linux apapun, entah itu Linux Mint, Ubuntu, Fedora, OpenSUSE, dan teman-temannya yang lain.

  1. Buat folder baru :

    sudo mkdir -p /usr/local/nodejs

  2. Download paket NodeJS dari situs nodejs.org. Pastikan yang di-download adalah versi Linux-nya. Versi NodeJS yang didownload misalnya bernama : node-v6.11.2-linux-x64.tar.xz
  3. Extract file tersebut :

    tar xvf node-v6.11.2-linux-x64.tar.xz

  4. Masuk ke folder hasil extract tersebut, lalu pindahkan semua isinya ke folder /usr/local/nodejs :

    mv  *  /usr/local/nodejs

  5. Restart terminal, lalu buka kembali terminal dan ketikkan “node”. Jika tampil simbol “>” berarti instalasi NodeJS telah berhasil 🙂

Cara Install Ruby on Rails 5.1.3 di Linux Mint 18.2

Hello everyone, pada akhirnya saya kembali lagi ke blog ini. Sedikit sharing saja pada akhirnya, setelah sekian lama, hanya ada 1 sistem operasi yang terinstall di laptop saya. Bukan Windows tetapi Linux Mint 18.2.

Sambil mengeksplorasi Linux Mint, ternyata sudah ada bahasa pemrograman Ruby yang terinstall secara default yaitu Ruby versi 2.3.1.

Untuk menginstall Ruby on Rails, ada banyak tutorial yang tersedia di internet. Namun untuk versi singkatnya, jika di komputer kamu sudah ada NodeJS terinstall, maka untuk menginstall Rails akan sangat mudah :

  1. Ketikkan kode berikut ini di terminal :

    sudo apt-get install ruby-dev libsqlite3-dev zlib1g-dev

  2. Seharusnya sudah bisa 🙂

Little Break Back to Laravel for Lumen-ish Feeling

Iseng-iseng berhadiah dengan ExpressJS harus sedikit tertunda karena deadline sudah semakin dekat. Padahal teknologi yang diminta adalah Lumen. Untuk bisa kesana harus dapat feel-nya Lumen dulu, sementara untuk bisa mudeng Lumen ya harus nyoba Laravel.

Oke lah, rehat sebentar dari teknologi masa depan(?), kembali ke trend teknologi masa kini…

#Note : fokus pada satu teknologi terlebih dahulu itu lebih baik, kecuali kalau kamu sepertiku, adventurer-explorer.

Siap untuk Tantangan NodeJS?

Kabarnya dalam beberapa tahun lagi implementasi NodeJS beserta turunannya akan semakin booming. Siap untuk begadang a.k.a belajar lagi?

So far sedang mengeksplor salah satu minimal framework berbasis NodeJS yaitu ExpressJS. Kesan pertamanya asyik, bisa tahu macam-macam hal lain seperti express-generator, ejs, hingga nodemon.

Let’s see dalam berapa lama aku bisa membuat 1 prototype..
#Note : hitungan hari menuju Ramadhan. Siapkan hati siapkan ilmu, sambut dengan cinta tuk hantarkan ke surga.